Thursday, 2 April 2020

Cara Membuat 
Jamu Empon – Empon Penangkal Covid 19



Pendahuluan
Ramuan tradisional empon-empon seketika viral di media sosial sebagai salah satu minuman berkhasiat tinggi yang bisa meningkatkan daya tahan tubuh, terkait perebakan virus corona. Apa tips sehat kamu untuk menangkal virus corona?Berita seputar penyebaran virus corona di seluruh dunia sempat membuat ramuan tradisional empon-empon viral di media sosial. Ramuan ini dikatakan berkhasiat untuk meningkatkan kesehatan tubuh, terutama di saat sedang ada perebakan wabah corona ini.Lantas, apakah sebenarnya yang dimaksud dengan empon-empon? “Empon-empon” adalah istilah yang dipakai untuk berbagai bahan baku dan rempah yang biasa digunakan untuk membuat minuman tradisional Indonesia jamu, seperti jahe, kunyit, temulawak, dan kencur. Dan munculnya virus corona di Indonesia, ramuan jamu tradisional ini mulai diburu. Jamu bernama empon-empon ini disebut-sebut bisa menangkal virus corona. Ramuan ini antara lain terdiri dari temulawak, jahe, kunyit, kencur, dan sereh. Istilah empon-empon viral setelah disebutkan oleh guru besar biologi molekuler dari Universitas Airlangga, Chaerul Anwar Nidom. Nidom memaparkan empon-empon bisa menangkal virus corona.
Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto juga bicara soal empon-empon. Menurutnya, semua yang berupa imunitas termasuk empon-empon bisa menjadi penangkal virus corona. Empon-empon juga terbukti aman untuk kesehatan. Dalam Peraturan MENKES/187/2017 Tentang Formularium Ramuan Obat Tradisional Indonesia menyebutkan, formularium ramuan obat tradisional Indonesia (FROTI) merupakan informasi tentang jenis-jenis tumbuhan obat yang tumbuh di Indonesia yang telah terbukti aman jika digunakan sesuai aturan dan secara empiris bermanfaat bagi kesehatan. Dalam buku ‘Temu-temuan dan Empon-empon, Budidaya dan Manfaatnya’, karya Ir Fauziah Muhlisah, empon-empon berasal dari bahasa Jawa. Asal katanya empu yang berarti rimpang induk atau akar tinggal. Kata ini digunakan untuk menyebut kelompok tanaman yang mempunyai rimpang atau akar tinggal. Nenek moyang kita memanfaatkan tanaman yang termasuk kelompok empon-empon untuk pengobatan tradisional dan bumbu masakan. Namun kini penggunaannya meluas ke industri makanan, minuman, perawatan tubuh, dan kosmetika untuk perawatan kecantikan. Berikut manfaaat jahe. Jahe yang dimaksud di sini yakni jahe merah. Jahe merah bermanfaat membantu menjaga sistem kekebalan tubuh. Hal ini agar tubuh tubuh tetap fit. Ekstrak jahe merah dapat mencegah dan membunuh bakteri berbahaya dalam tubuh. Karena itu sistem kekebalan tubuh akan meningkat. Temulawak. Manfaat temulawak yakni salah satunya untuk menjaga kebugaran. Bahkan mantan Menteri Kesehatan Nila Moeloek rajin minum jamu temulawak sebagai caranya untuk menjaga kebugaran di tengah kesibukan.
 Kebiasaan minum jamu temulawak tersebut dikatakan Menkes Nila sudah dilakukannya sejak lama dan hal ini ia terapkan juga untuk seluruh jajaran di Kementerian Kesehatan. Kencur. Manfaat kencur salah satunya mengobati batuk. Sebab kencur mengandung zat yang juga terkandung dalam jahe dan kunyit. Kencur dapat menjadi obat tradisional untuk atasi batuk berdahak, membuat pernapasan lebih lega, dan membantu proses penyembuhan batuk yang optimal. Kencur juga sering dimanfaatkan untuk suara para penyanyi. Kencur disebut dapat membantu menjaga pita suara sehingga tenggorokan terasa lega. Sereh. Salah satu manfaat sereh yakni menurunkan demam. Kandungan sereh juga bisa membantu mengeluarkan zat-zat berbahaya dari tubuh.



Bahan – Bahan  Jamu Empon – Empon Anti Covid 19
1. Kunyit 2 ruas
2. Jahe 2 ruas
3. Sereh 1 batang
4. Madu 5 - 7 sendok makan
5. Jeruk nipis atau jeruk lemon separuh.
6. Air 1 liter


Cara Membuat Jamu Empon – Empon Anti Covid 19
1. Potong kunyit, jahe, sereh, menjadi kecil kecil
2. Campurkan di air panas sebanyak 1 liter,
3. Jika sudah hangat campurkan perasan jeruk nipis dan madu,aduk hingga merata.
4. Minuman siap di minum selagi hangat.

Komposisi, Khasiat, dan Manfaat Jamu Empon – Empon Anti Covid 19

1. Kunyit

Kandungan
Kunyit juga mengandung Lemak sebanyak 1 -3%, Karbohidrat sebanyak 3%, Protein 30%, Pati 8%, Vitamin C 45-55%, dan garam-garam mineral, yaitu zat besi, fosfor, dan kalsium.
Khasiat
Meningkatkan nafsu makan, Mengobati rematik, Memperbaiki gangguan pencernaan
Manfaat
Herbal ini bisa berguna untuk meningkatkan daya tahan tubuh.

2. Jahe

Kandungan
Air 80,9%, protein 2,3%, lemak 0,9%, mineral 1-2%, serat 2-4%, dan karbohidrat 12,3%
Khasiat
Mengurangi mual dan muntah, antiinflamasi, menghambat pertumbuhan bakteri,menekan pertumbuhan
Manfaat
Kandungan air dan minyak tidak menguap pada jahe berfungsi sebagai enhancer yang dapat meningkatkan permeabilitas oleoresin. Menembus kulit tanpa menyebabkan iritasi atau kerusakan hingga ke sirkulasi perifer.

3. Sereh

Kandungan
Sitronelal 32-45%Geraniol 12-18%Sitronelol 11-15%Geranil asetat 3-8%Sitronelil asetat 2-4%Sitral, kavikol, augenol, elemol, kadonon, kadinen, vanilin, limonen, dan kamfen.
Khasiat
Gangguan pencernaan, radang, diabetes, gangguan saraf, demam, mencegah kanker, menurunkan tekanan darah, sakit gigi, gusi bengkak, digunakan sebagai detoksifikasi dan merawat kulit agar tetap indah.
Manfaat
Sereh juga dipercaya dapat mencegah keputihan, meredakan rasa sakit, bengkak, demam, batuk, sakit perut, dan sakit kepala.

4. Madu

Kandungan
Madu terutama fruktosa (sekitar 38,5%) dan glukosa (sekitar 31,0%),[3] sehingga mirip dengan sirup gula sintetis diproduksi terbalik, yang sekitar 48% fruktosa, glukosa 47%, dan sukrosa 5%. Karbohidrat madu yang tersisa termasuk maltosa, sukrosa, dan karbohidrat kompleks lainnya.
Khasiat
Menambah kekebalan tubuh manusia. Madu merupakan campuran senyawa fruktosa (38,5 persen) dan glukosa (31,0 persen).
Manfaat
Madu dapat berfungsi sebagai prebiotik yang baik untuk  pencernaan dan pengganti enzim saat sedang tidur. Madu juga dapat mengubah karakter air menjadi alkali yang baik untuk pencernaan.

5. Jeruk Nipis

Kandungan
Kandungan air dan mineral yang tinggi seperti kalsium, zat besi, tembaga, natrium, magnesium, fosfor, dan kalium serta vitamin seperti folat, vitamin A, vitamin E, dan vitamin K.
Khasiat
Mencegah penyakit jantung,menjaga kesehatan pencernaan,menurunkan berat badan.
Manfaat
Mencegah dehidrasi, melancarkan sistem pencernaan, meningkatkan sistem kekebalan tubuh, mengurangi penyakit jantung, sebagai anti kanker

Sumber Referensi :

https://www.google.com/amp/s/www.voaindonesia.com/amp/fenomena-empon-empon-dan-virus-corona-jamu-semakin-naik-daun-temulawak-jadi-rebutan-di-as/5331033.html

https://beritabeta.com/info-sehat/konsumsi-jamu-empon-empon-untuk-jaga-stamina-tubuh/



Pencegahan Yang Baik Dalam Menghadapi Wabah Virus Covid 19

Muhammad Bagus Bagaskoro Angkasa
Pendidikan Bahasa Indonesia
Universitas PGRI Adibuana Surabaya
angkasabagaskoro@gmail.com 

Pendahuluan
COVID-19 merupakan jenis baru dari kelompok "Coronavirus". Virus ini berasal dari Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat China. Seperti halnya Influenza, SARS, dan MERS, COVID-19 menyerang sistem pernafasan. Penyebaran virus ini bisa melalui cairan tubuh, maupun benda yang sudah disentuh oleh penderita penyakit. Selain itu, penyebaran ini juga bisa melalui hewan-hewan yang terinfeksi oleh COVID-19. Beberapa cara pencegahan yang baik dalam mengatasi virus yang sekarang lagi menjadi virus yang sangat viral di dunia khusus nya di Indonesia yaitu ada beberapa cara yaitu cuci tangan dengan air yang mengalir, gunakan masker atau tisu bila batuk dan pilek, perhatikan etika ketika batuk atau bersin di area publik dan tutup mulut menggunakan lengan atas bagian dalam atau tisu saat batuk dan bersin, perkuat dan jaga daya tahan tubuh dengan konsumsi gizi yang seimbang, rajin berolahraga, cukup istirahat, hindari kerumunan massal di tempat umum, serta hindari stress, dan yang terakhir yaitu jangan konsumsi daging mentah yaitu masak daging yang ingin dikonsumsi dan hindari kontak dengan hewan yang menjadi penyebab penularan covid 19 serta hindari untuk pergi ke negara – negara, provinsi, atau tempat yang menjadi zona merah penyebaran covid 19.
Pembahasan
 Novel coronavirus (CoV) adalah galur baru dari coronavirus. Penyakit ini, yang disebabkan oleh novel coronavirus yang pertama kali diidentifikasi Wuhan, Tiongkok, diberi nama coronavirus disease 2019 (COVID-19) –  'CO' berasal dari corona, 'VI' berasal dari virus, dan 'D' berasal dari disease (penyakit). Sebelumnya, penyakit ini disebut dengan '2019 novel coronavirus' atau '2019-nCoV. COVID-19 adalah virus baru yang berasal dari satu keluarga yang sama dengan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS) dan beberapa jenis flu biasa.
Coronavirus adalah keluarga besar virus yang bisa menyebabkan penyakit, mulai dari flu biasa hingga penyakit pernapasan paling parah, seperti Sindrom Pernapasan Timur Tengah (MERS) dan Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS). Sejak pertama kali virus ini terdeteksi di Wuhan, China, pada Desember 2019, wabah ini telah berkembang sangat cepat. WHO lalu melabeli wabah virus corona Covid-19 ini sebagai pandemi global.
 Gejala khas corona Covid-19 sendiri termasuk demam, batuk, kesulitan bernapas, nyeri otot hingga kelelahan. Pada kasus yang lebih parah, virus ini bisa menyebabkan pneumonia berat, sindrom gangguan pernapasan akut, sepsis dan syok septik. coronavirus dapat menyebar dan dapat ditularkan  melalui kontak langsung dengan percikan dahak dari orang yang terinfeksi (melalui batuk dan bersin), dan jika menyentuh permukaan yang terkontaminasi virus. Virus ini dapat bertahan selama beberapa jam di permukaan, tetapi disinfektan sederhana dapat membunuhnya.
Perbedaan COVID-19 dengan SARS dan MERS Berdasarkan Masa Inkubasi Masa inkubasi adalah waktu yang diperlukan oleh kuman untuk berkembang biak di dalam tubuh seseorang hingga menimbulkan keluhan. Dengan kata lain, masa inkubasi adalah rentang waktu antara terjadinya infeksi dan munculnya gejala.
Meskipun virus penyebab COVID-19, SARS, dan MERS berasal dari keluarga virus yang sama, yaitu coronavirus, ketiga penyakit ini memiliki masa inkubasi yang berbeda. Masa inkubasi penyakit MERS adalah 2–14 hari (rata-rata 5 hari), dan masa inkubasi penyakit SARS adalah 1–14 hari (rata-rata 4-5 hari). Sementara masa inkubasi COVID-19 adalah 1–14 hari, dengan rata-rata 5 hari.
Perbedaan lain dari wabah COVID-19 dengan SARS dan MERS Berdasarkan Pengobatan. Sejauh ini, belum ada obat yang terbukti efektif dalam mengatasi COVID-19. Beberapa obat antivirus, seperti oseltamivir, lopinavir, dan ritonavir, sudah dicoba untuk diberikan kepada pasien COVID-19 sambil terus diteliti. Sedangkan pada SARS dan MERS, pemberian lopinavir, ritonavir, serta obat antivirus spektrum luas terbaru bernama remdesivir sudah terbukti efektif sebagai pengobatan. Pada penderita infeksi virus Corona dengan gejala yang berat, di samping obat antivirus, mereka juga perlu mendapatkan terapi cairan (infus), oksigen, antibiotik, serta obat-obatan lainnya sesuai gejala yang muncul. Penderita COVID-19 juga perlu dirawat di rumah sakit agar kondisinya dapat dipantau dan tidak menularkan infeksi ke orang lain.
 Riset lain juga mengungkapkan kalau Covid-19 dapat hidup beberapa hari di permukaan yang keras dan tidak berpori. Sementara pada permukaan berpori seperti kain atau kardus, virus tersebut hanya akan bertahan selama 24 jam. Penelitian dalam The New England Journal of Medicine juga menemukan berapa lama virus dapat bertahan pada permukaan dan udara. Sebagai gas aerosol yang melayang di udara virus bisa bertahan sampai dengan tiga jam, sedangkan pada tetesan pernapasan cenderung akan jatuh lebih cepat ke tanah. Pada plastik dan stainless steel, virus penyebab Covid-19 ini bisa bertahan sampai tiga hari dan pada tembaga sekitar empat jam. Partikel aerosol mampu bertahan lama di udara dan melakukan perjalanan jarak jauh serta dapat dengan mudah dihirup ke paru-paru. Menurut Long, tetesan pernapasan umumnya 20 kali lebih besar dan hanya mampu berjalan sekitar dua meter sebelum akhirnya jatuh ke tanah. Namun, Anda tak perlu takut karena partikel aerosol, seperti kabut, hanya bisa ditemukan dalam kondisi tertentu. Selain itu, risiko infeksi dari partikel aerosol sangatlah rendah untuk kebanyakan orang. Namun bagi pekerja medis, partikel-partikel tersebut bisa mendatangkan risiko yang cukup tinggi. Menurut profesor dan ketua departemen ilmu pengetahuan dan teknologi di Bryant University, Kirsten Hokeness, prosedur lain yang dapat menghasilkan aerosol adalah terapi oksigen, prosedur pelingkupan dan CPR. Saat berada di udara, partikel tersebut bisa berpindah lewat aliran udara dari ventilasi atau kipas yang akan membantunya untuk bergerak ke ruangan lain. Selain itu, aktivitas manusia seperti berjalan dan membuka pintu juga dapat membantu partikel berpindah. "Seseorang akan terinfeksi kalau mereka berada dalam jarak dekat, tiga hingga empat kaki, itulah mengapa kita menyarankan enam kaki (2 meter) sebagai ukuran jarak (phsyical distancing-red)," terang Hokeness. Yang perlu Anda tahu adalah virus bisa saja tersebar di mana saja. Ada banyak tempat yang berisiko menularkan infeksi. Itulah kenapa saat ini pemerintah meminta semua orang untuk tetap tinggal di rumah untuk menanggulangi penyebaran Covid-19. Penelitian telah menunjukkan bahwa 'transmisi siluman' di antara orang-orang terinfeksi yang tidak punya gejala yang jelas adalah sumber penyebaran yang umum. Karena itu, sangat penting untuk melakukan social distancing atau #jagajarakdulu dan menjaga kebersihan dengan mencuci tangan menggunakan air dan sabun setidaknya 20 detik atau gunakan hand sanitizer. Selain itu, rajin membersihkan permukaan yang sering tersentuh, seperti gagang pintu, remote control atau keran air dengan disinfektan agar terhindar dari paparan corona Covid-19.

Langkah Mencegah Penularan Virus Corona

 Virus ini diperkirakan berasal dari hewan, seperti kelelawar dan unta, dan bisa menular dari hewan ke manusia, serta dari manusia ke manusia. Penularan antarmanusia kemungkinan besar melalui percikan dahak saat batuk atau bersin. Ketika terinfeksi virus Corona, seseorang akan mengalami gejala mirip flu, seperti demam, batuk, dan pilek. Namun, beberapa hari setelahnya, orang yang terserang infeksi virus corona bisa mengalami sesak napas akibat infeksi pada paru-paru (pneumonia). Hingga saat ini, belum ada pengobatan yang dapat menyembuhkan infeksi virus Corona. Oleh sebab itu, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengimbau agar masyarakat tidak memandang sepele penyakit ini dan senantiasa melakukan tindakan pencegahan. Salah satunya adalah dengan menerapkan social distancing.
Beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mencegah infeksi virus Corona, di antaranya:
1. Mencuci tangan dengan benar
Mencuci tangan dengan benar adalah cara paling sederhana namun efektif untuk mencegah penyebaran virus 2019-nCoV. Cucilah tangan dengan air mengalir dan sabun, setidaknya selama 20 detik. Pastikan seluruh bagian tangan tercuci hingga bersih, termasuk punggung tangan, pergelangan tangan, sela-sela jari, dan kuku. Setelah itu, keringkan tangan menggunakan tisu, handuk bersih, atau mesin pengering tangan.
Jika Anda adalah pekerja komuter yang berada di dalam transportasi umum, akan sulit untuk menemukan air dan sabun. Anda bisa membersihkan tangan dengan hand sanitizer. Gunakan produk hand sanitizer dengan kandungan alkohol minimal 60% agar lebih efektif membasmi kuman.
Cucilah tangan secara teratur, terutama sebelum dan setelah makan, setelah menggunakan toilet, setelah menyentuh hewan, membuang sampah, serta setelah batuk atau bersin. Cuci tangan juga penting dilakukan sebelum menyusui bayi atau memerah ASI.
2. Menggunakan masker
Ada dua tipe masker yang bisa Anda digunakan untuk mencegah penularan virus Corona, yaitu masker bedah dan masker N95.
Masker bedah atau surgical mask merupakan masker sekali pakai yang umum digunakan. Masker ini mudah ditemukan, harganya terjangkau, dan nyaman dipakai, sehingga banyak orang yang menggunakan masker ini saat beraktivitas sehari-hari.
Cara pakai masker bedah yang benar adalah sisi berwarna pada masker harus menghadap ke luar, sementara sisi dalamnya yang berwarna putih menghadap wajah dan menutupi dagu, hidung, dan mulut. Sisi berwarna putih terbuat dari material yang dapat menyerap kotoran dan menyaring kuman dari udara.
Meski tidak sepenuhnya efektif mencegah paparan kuman, namun penggunaan masker ini tetap bisa menurunkan risiko penyebaran penyakit infeksi, termasuk infeksi virus Corona. Penggunaan masker lebih disarankan bagi orang yang sedang sakit untuk mencegah penyebaran virus dan kuman, ketimbang pada orang yang sehat.
  Penggunaan masker medis disarankan jika Anda memiliki gejala pernapasan (batuk atau bersin) untuk melindungi orang lain. Jika Anda tidak memiliki gejala apa pun, maka tidak perlu menggunakan masker. Jika Anda menggunakan masker, pastikan masker dipakai dan dibuang dengan benar untuk menjaga efektivitasnya dan untuk menghindari risiko penularan virus. Penggunaan masker saja tidak cukup untuk menghentikan infeksi dan harus dikombinasikan dengan sering mencuci tangan, menutupi bersin dan batuk, dan menghindari kontak dekat dengan siapa pun yang memiliki gejala flu (batuk, bersin, demam).
 Sedangkan masker N95 adalah jenis masker yang dirancang khusus untuk menyaring partikel berbahaya di udara. Jenis masker inilah yang sebenarnya lebih direkomendasikan untuk mencegah infeksi virus Corona. Meski demikian, masker ini kurang nyaman untuk dikenakan sehari-hari dan harganya pun relatif mahal.
Ketika melepaskan masker dari wajah, baik masker bedah maupun masker N95, hindari menyentuh bagian depan masker, sebab bagian tersebut penuh dengan kuman yang menempel. Setelah melepas masker, cucilah tangan dengan sabun atau hand sanitizer, agar tangan bersih dari kuman yang menempel.
3. Menjaga daya tahan tubuh
 Daya tahan tubuh yang kuat dapat mencegah munculnya berbagai macam penyakit. Untuk menjaga dan meningkatkan daya tahan tubuh, Anda disarankan untuk mengonsumsi makanan sehat, seperti sayuran dan buah-buahan, dan makanan berprotein, seperti telur, ikan, dan daging tanpa lemak. Bila perlu, Anda juga menambah konsumsi suplemen sesuai anjuran dokter.
Selain itu, rutin berolahraga, tidur yang cukup, tidak merokok, dan tidak mengonsumsi minuman beralkohol juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh agar terhindar dari penularan virus Corona.
4. Tidak pergi ke negara terjangkit
Tidak hanya Tiongkok, penyakit infeksi virus Corona kini juga sudah mewabah ke beberapa negara lain, seperti Jepang, Korea Selatan, Hongkong, Taiwan, India, Amerika Serikat, dan Eropa. Virus Corona juga sudah terkonfirmasi ditemukan di negara-negara tetangga Indonesia, seperti Singapura, Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Filipina. Agar tidak tertular virus ini, Anda disarankan untuk tidak bepergian ke tempat-tempat yang sudah memiliki kasus infeksi virus Corona atau berpotensi menjadi lokasi penyebaran coronavirus.
5. Menghindari kontak dengan hewan yang berpotensi menularkan coronavirus
 Coronavirus jenis baru diduga kuat berasal dari kelelawar dan disebarkan oleh beberapa hewan mamalia dan reptil. Oleh karena itu, hindarilah kontak dengan hewan-hewan tersebut
Jika ingin mengonsumsi daging atau ikan, pastikan daging atau ikan tersebut sudah dicuci dan dimasak hingga benar-benar matang. Hindari mengonsumsi daging atau ikan yang sudah tidak segar atau busuk.
Bila Anda mengalami gejala flu, seperti batuk, demam, dan pilek, yang disertai lemas dan sesak napas, apalagi bila dalam 2 minggu terakhir Anda bepergian ke Tiongkok atau negara-negara lain yang sudah memiliki kasus infeksi virus Corona, segeralah tanyakan ke dokter agar dapat dipastikan penyebabnya dan diberikan penanganan yang tepat. Anda juga bisa mencoba mendeteksi risiko Anda terkena virus Corona.
Siapapun yang merencanakan perjalanan ke luar negeri harus mengecek anjuran perjalanan dari negara tujuan, apakah ada pembatasan masuk, persyaratan karantina ketika masuk, atau anjuran perjalanan lain yang relevan.
Saat bepergian, orang tua harus mengikuti anjuran kebersihan diri untuk diri mereka dan anak-anak mereka: rutin cuci tangan pakai sabun atau cairan pembersih tangan berbasis alkohol minimal 60%, tutupi mulut dan hidung dengan bagian dalam siku atau tisu ketika batuk atau bersin, lalu segera buang tisu yang telah digunakan, dan hindari kontak langsung dengan orang yang sedang batuk atau bersin. Selain itu, orang tua juga disarankan untuk selalu membawa cairan pembersih tangan, tisu sekali pakai, dan tisu disinfektan.
Rekomendasi tambahan termasuk: membersihkan tempat duduk, sandaran tangan, layar sentuh, dan lain-lain, dengan pembersih disinfektan satu kali ketika berada di dalam pesawat terbang atau kendaraan lain. Gunakan pembersih disinfektan juga untuk membersihkan permukaan kunci, gagang pintu, remot kontrol, dan lain-lain, ketika berada di hotel atau akomodasi lain tempat Anda dan anak-anak tinggal.
Serta Perbedaan COVID-19 dengan SARS dan MERS Berdasarkan Pengobatan Sejauh ini, belum ada obat yang terbukti efektif dalam mengatasi COVID-19. Beberapa obat antivirus, seperti oseltamivir, lopinavir, dan ritonavir, sudah dicoba untuk diberikan kepada pasien COVID-19 sambil terus diteliti. Sedangkan pada SARS dan MERS, pemberian lopinavir, ritonavir, serta obat antivirus spektrum luas terbaru bernama remdesivir sudah terbukti efektif sebagai pengobatan. Pada penderita infeksi virus Corona dengan gejala yang berat, di samping obat antivirus, mereka juga perlu mendapatkan terapi cairan (infus), oksigen, antibiotik, serta obat-obatan lainnya sesuai gejala yang muncul. Penderita COVID-19 juga perlu dirawat di rumah sakit agar kondisinya dapat dipantau dan tidak menularkan infeksi ke orang lain. Dan yang paling penting yaitu Jaga Jarak Sosial Satu di antara pencegahan penyebaran virus Corona yang efektif adalah jaga jarak sosial. Pemerintah telah melakukan kampanye jaga jarak fisik atau physical distancing. Dengan menerapkan physical distancing ketika beraktivitas di luar ruangan atau tempat umum, Anda sudah melakukan satu langkah mencegah terinfeksi virus Corona. Jaga jarak Anda dengan orang lain sekitar satu meter. Jaga jarak fisik tak hanya berlaku di tempat umum, di rumah pun juga bisa Anda terapkan. Hindari Berkumpul dalam Jumlah Banyak. Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Kepolisian Republik Indonesia telah membuat peraturan untuk tidak melakukan aktivitas keramaian selama pandemi virus Corona. Tak hanya tempat umum, seperti tempat makan, gedung olah raga, tetapi tempat ibadah saat ini harus mengalami dampak tersebut. Tindakan tersebut adalah upaya untuk mencegah penyebaran virus Corona. Virus Corona dapat ditularkan melalui makanan, peralatan, hingga udara. Untuk saat ini, dianjurkan lebih baik melakukan aktivitas di rumah agar pandemi virus Corona cepat berlalu. Mencuci Bahan Makanan Selain mencuci tangan, mencuci bahan makanan juga penting dilakukan. Rendam bahan makanan, seperti buah-buah dan sayur-sayuran menggunakan larutan hidrogen peroksida atau cuka putih yang aman untuk makanan. Simpan di kulkas atau lemari es agar bahan makanan tetap segar ketika ingin dikonsumsi. Selain untuk membersihkan, larutan yang digunakan sebagai mencuci memiliki sifat antibakteri yang mampu mengatasi bakteri yang ada di bahan makanan.

Simpulan
COVID-19 merupakan jenis baru dari kelompok "Coronavirus". Virus ini berasal dari Wuhan, Provinsi Hubei, Republik Rakyat China. Seperti halnya Influenza, SARS, dan MERS, COVID-19 menyerang sistem pernafasan.
Coronavirus adalah keluarga besar virus yang bisa menyebabkan penyakit, mulai dari flu biasa hingga penyakit pernapasan paling parah, seperti Sindrom Pernapasan Timur Tengah (MERS) dan Sindrom Pernapasan Akut Parah (SARS). Sejak pertama kali virus ini terdeteksi di Wuhan, China, pada Desember 2019, wabah ini telah berkembang sangat cepat. WHO lalu melabeli wabah virus corona Covid-19 ini sebagai pandemi global.
Gejala khas corona Covid-19 sendiri termasuk demam, batuk, kesulitan bernapas, nyeri otot hingga kelelahan. Pada kasus yang lebih parah, virus ini bisa menyebabkan pneumonia berat, sindrom gangguan pernapasan akut, sepsis dan syok septik. coronavirus dapat menyebar dan dapat ditularkan  melalui kontak langsung dengan percikan dahak dari orang yang terinfeksi (melalui batuk dan bersin).
Virus penyebab COVID-19, SARS, dan MERS berasal dari keluarga virus yang sama, yaitu coronavirus, ketiga penyakit ini memiliki masa inkubasi yang berbeda. Masa inkubasi penyakit MERS adalah 2–14 hari (rata-rata 5 hari), dan masa inkubasi penyakit SARS adalah 1–14 hari (rata-rata 4-5 hari). Sementara masa inkubasi COVID-19 adalah 1–14 hari, dengan rata-rata 5 hari.
Beberapa cara yaitu cuci tangan dengan air yang mengalir, gunakan masker atau tisu bila batuk dan pilek, perhatikan etika ketika batuk atau bersin di area publik dan tutup mulut menggunakan lengan atas bagian dalam atau tisu saat batuk dan bersin, perkuat dan jaga daya tahan tubuh dengan konsumsi gizi yang seimbang, rajin berolahraga, cukup istirahat, hindari kerumunan massal di tempat umum, serta hindari stress serta tidak termakan hoax dengan yang ada.

Sumber Referensi
https://www.unicef.org/indonesia/id/coronavirus/tanya-jawab-seputarcoronavirus diakses 30 Maret 2020
https://www.alodokter.com/ketahui-perbedaan-covid-19-dengan-sars-dan-mers diakses 30 Maret 2020
https://www.alodokter.com/ketahui-cara-untuk-mencegah-penularan-virus-corona diakses 30 Maret 2020
https://www.google.com/amp/s/m.liputan6.com/amp/4214076/cara-penularan-corona-covid-19-yang-paling-sering-terjadi diakses 30 Maret 2020




Kritik dan Essai 5 Cerpen M. Shoim Anwar

  Kritik dan Essai 5 Cerpen M. Shoim Anwar              M. Shoim Anwar yang lahir di dusun Sambong, Kabupaten Jombang dan beliau ini ber...