Dalbo
-Muhammad
Bagus Bagaskoro Angkasa-
Hai perkenalkan nama asli ku adalah Shafira dan dalbo itu adalah nama
julukan orang-orang banyak yang mana aku itu orang yang berbadang gemuk memang
aku sudah gemuk dari kecil dan aku dikenal sebagai anak periang umurku 16 Tahun
dan aku seorang pelajar kelas 2 SMA di sebuah Sekolah Alam di Surabaya,aku pula
merupakan anak satu-satunya dari papa dan mama ku dan mereka sangat sayang
sekali kepada ku aku mempunyai banyak hobi seperti bermain
piano,bernyanyi,masak,bermain dengan boneka dan dari beberapa hobi ku memang
agak sedikit orang yang tak mendukung aku dikarenakan hobi ku seperti memasak
aku serius hobi masak ku itu sudah sejak kelas 4 SD dimana orang yang pertama
kali yang mengajarkan aku memasak adalah Mbak Ina dan Mbak Ina sendiri
merupakan asisten di rumah ku yang membantu pekerjaan Mama ku dan Mamaku tak
mungkin bisa bekerja sendiri tanpa bantuan dari Mbak Ina.kehidupanku sebagai
anak tunggal itu membuatku menjadi anak yang manja karena orang tua ku memberi
banyak fasilitas apapun kepada aku dan aku juga dikenal pula sebagai anak
nangisan.aku anak yang polos tak tahu bagaimana dunia luar itu kejam.
Ketika aku masih kecil aku hingga sekarang aku suka sekali mengunjungi
sebuah restoran cepat saji.tak tahu apa yang membuatku tertarik untuk mengunjungi
restoran cepat saji tersebut karena aku suka mengumpulkan dan mengoleksi
mainan-mainan yang ada dalam paketan makanan tersebut dan kebiasaan tersebut
hingga sekarang masih menjadi kebiasaan ku dan terkadang jika kedua orang tua
ku tidak menuruti apa yang menjadi keinginanku aku pasti marah dan menangis dan
aku pula sering membeli burger 3-4 porsi dan kumakan sekaligus itu demi
kepuasan ku semata tetapi hal itu sebenarnya tidak baik kata orang-orang
disekitarku.
“Shafa cantik,jangan makan
banyak-banyak yaa?” kata papa
“lho mengapa papa kok nggak boleh?”
aku bertanya ulang kepada papa
Terkadang nasihat papa ku tersebut membuatku sangat penasaran dan
kesal,aku juga tahu bahwa papa ku sekarang sudah mulai terkena penyakit gula
darah.dan kondisi tersebut membuat papa ku benar-benar menasehatiku agar aku
tidak seperti papaku.
Hal-hal yang membuat kehidupanku merasa kesepian karena aku dirumah
tidak mempunyai kawan bermain maka dari itu semenjak aku masih balita aku
dibelikan banyak boneka oleh orang tuaku dan boneka-boneka tersebut salah satu
hiburanku di dalam rumah dan itu sudah menjadi dunia ku dan ketika usia ku
semakin bertambah hal itu membuat mama ku berpikir berulang-ulang kali karena
dunia ku dalam beberapa tahun kebelakang karena hal itu membuatku susah
bersosialisasi dengan dunia luar dan aku memang anak yang memiliki jiwa kurang
bersosialisasi tetapi aku harus banyak belajar agar aku bisa mengetahui apa
yang ada diluar sana.tetapi pada awalnya aku mengalami kesulitan tetapi aku
sekarang sudah bisa bersosialisasi dengan dunia luar walaupun aku harus sering
dipantau oleh orang tuaku.mengapa aku harus sering dipantau karena orang tuaku
khawatir dengan diriku sebagai anak perempuan dan merupakan anak satu-satunya
dan hal itu juga mejadi banyak pertanyaan orang-orang.
“Shaf apakah kamu tidak mau mempunyai adik lagi untuk menemani mu
bermain?”tanya banyak orang-orang yang ada.
Dan terkadang pertanyaan-pertanyaan tersebut membuat aku bingung untuk
mencari jawaban karena aku masih belum dikatakan anak yang dewasa karena
sifat-sifatku yang masih kekanak-kanakan.
Aku pula juga bertanya kepada mama ku dan pertanyaan itu sempat ku
pertanyakan ketika aku masih kelas 3 SD.
“ma,aku kepingin banget punya adik mama?”pertanyaanku kepada mamaku.
“shafira….sayang…..yang sabar yaa…karena semua itu kehendak Allah jadi
yang sabar yaa.shafa sayang…” jawaban dari mamaku yang mana aku masih sangat
bingung sekali
“mama,kalau shafira punya adik nanti itu nanti gimana?” aku seolah-olah
ingin bertanya terus-terusan kepada mamaku.
“jika shafira nanti mempunyai adik shafira nanti bisa bertanggung jawab
dalam menjaga adiknya terus shafira juga nanti punya teman bermain dan tidak
kesepian.” Jawaban dari mama
Dan hal itu membuatku semakin bingung sekali dan aku tidak bisa merubah
skenario dan takdir dari yang Maha Kuasa yaitu Allah SWT dan aku sebagai umat
hanyalah menyerahkan semua ini kepada yang diatas.
Tetapi aku sebagai anak tunggal merasa tidak ada beban karena aku bisa
mendapatkan fasilitas yang aku inginkan jika aku mempunyai adik atau kakak
pastilah akan berujung pada iri hati karena aku banyak cerita dari
kawan-kawanku yang mempunyai mainan atau barang yang berbeda pasti nanti akan
berujung pada iri hati dan pada akhirnya aka nada pertengkaran maupun
perkelahian.
Tetapi tidak seperti itu juga aku mendapatkan semua fasilitas dengan
mudah dan aku harus bisa menunjukkan yang terbaik kepada papa dan mama ku
seperti apa bentuknya diantaranya yaitu jika aku mendapatkan nilai terbaik dan
rangking kelas akan mendapatkan penghargaan tetapi di sekolahku tidak
menerapkan hal itu bahwa sekolahku tidak mengutamakan nilai akhir tetapi proses
siswa selama di dalam kelas.
Aku juga memiliki potensi-potensi yang
sangat di dukung oleh orang tuaku dan aku dahulu sempat diikutkan ballet tetapi
banyak orang mengolok-olok aku
“shaf memang kamu bisa ikut ballet”
“bisa kok……………..”
“hah…………kok bisa sih”
“mengapa kamu bertanya seperti gitu padaku?”
“karena kamu itu badannya gendut,emang anak gendut bisa ballet
tah,ballet susah lho?
“ya nggak papa sih,kalau semua bisa dilakukan mengapa tidak.”
Aku memang dahulu sempat dikucilkan oleh teman-teman ku pada TK dan SD
karena sifat ku yang seperti anak mama,memang dahulu aku suka nangisan
terkadang jika tidak ada apa-apa aku mesti menangis tidak jelas dan terkadang
sifat itu masih terbawa ketika aku SMA jika aku ditimpa masalah hal yang aku
bisa lakukan hanya menangis dan menangis saja.
Dan mengapa orang-orang banyak memanggil aku dalbo? Karena aku anak
gendut yang seperti boneka dan terkadang aku sering digodain banyak orang,selain
itu orang-orang memanggil aku dalbo karena aku seperti tuyul yang suka makan
banyak memang aku suka makan banyak jadi orang banyak memanggil aku dengan
julukan dalbo.
“aku heran banget sama orang-orang
seperti itu ?’’
Aku terkadang disekolah lebih enak dan asyik dengan dunia ku sendiri dan
hal ini seperti yang aku rasakan dirumah dengan bermain boneka-boneka ku
semenjak aku lahir dan tetapi papa ku pernah mengatakan bahwa boneka itu haram
dalam Islam dan kakek ku juga bilang kayak gitu tetapi aku tidak bisa
mengungkapkan hal itu yang hanya bisa aku ungkapkan adalah menangis dan
menangis saja.
Pada suatu hari papa ku menginginkan untuk memasukkan boneka itu ke
dalam kardus tetapi aku menangis terus karena boneka-boneka yang ada itu
memiliki nilai sejarah dalam hidupku.dan aku juga mempunyai koleksi-koleksi
mainan lainnya dan papa ku menyediakan satu tempat di rumah ku dan posisi
tempat ini disebelah kamar tidur ku dan itu juga sempat menjadi permasalahan
besar dalam keluargaku karena membuatku tidak bisa bersosialisasi dengan dunia
luar dan aku cenderung bahwa aku mempunyai dunia sendiri.
Dan hal itu juga menjadi kelanjutan perilaku ku disekolah justru aku
kadang suka menyendiri ketika aku jam istirahat dan pada suatu ketika ada
seorang kakak kelas ku tapi dia anak SMA yang mana dia terkadang juga bermain
dengan teman-temannya dan aku berusaha mendekati mereka dengan senang hati dan
mereka juga sangat baik menerimaku apa adanya.
“hallo,mengapa kamu sendirian toh?”
“aku lebih suka menyendiri kak”
“mengapa seperti begitu.”
“ayolah berusaha dekatin temanmu”
“banyak teman-temanku yang menggoda aku kak,karena dengan kelucuan ku
ini yaa?”
“oh ya sih kan kamu gendut”
Dan salah satu dari mereka itu memanggil aku dalbo karena salah satu
dari kakak kelas ku pada satu hari bercerita dengan teman-teman kuliah nya
kalau aku pada malam hari itu pergi ke restoran cepat saji dan makan burger 4
porsi dan ayam 2 porsi,seperti itu fakta-fakta yang ada pada diriku tersebut
dan aku tidak hanya makan cepat habis di restoran cepat saji saja,tetapi
ditempat-tempat lain aku juga seperti begitu pada suatu hari pula aku pernah
diajak makan malam oleh orang tuaku di Pedagang Kaki Lima (PKL) membeli tahu
tek-tek pada saat itu aku adalah orang yang berhasil mencapai rekor terbaik
karena aku bisa menghabiskan 4 porsi tahu tek-tek dengan lahap sedangkan orang
tua ku masing-masing menghabiskan 1 porsi saja,memang banyak orang yang
mengatakan bahwa perut aku ini adalah perut gentong,perut karet,perut tangki,dan
perut-perut lainnya yang tak bisa disebutkan.
Mengapa hal itu bisa terjadi karena waktu itu aku sempat marah besar
dengan mama ku karena keinginan ku tidak dikabulkan jadi hal itu merupakan
pelampiasan-pelampiasan yang bisa ku lakukan dan ku lakukan pula dan terkadang
aku bisa ngambek dan menangis didalam kamar.
Kamar tidur sendiri adalah sebuah tempat ternyaman bagiku karena disitu
aku bisa melepaskan semua-semua pikiran-pikiran ku dan sekaligus tempat ku
bermain sehari-hari.
Memang fisik ku ini gemuk tetapi aku juga bisa memiliki prestasi
dibidang akademik juga seperti aku selalu diurutan rangking 10 keatas dari
jumlah dikelasku tersebut
Cerita yang bagus. Semoga sukses terus ya!
ReplyDelete