Friday, 12 March 2021

 

Dalbo

-Muhammad Bagus Bagaskoro Angkasa-

 

    Hai perkenalkan nama asli ku adalah Shafira dan dalbo itu adalah nama julukan orang-orang banyak yang mana aku itu orang yang berbadang gemuk memang aku sudah gemuk dari kecil dan aku dikenal sebagai anak periang umurku 16 Tahun dan aku seorang pelajar kelas 2 SMA di sebuah Sekolah Alam di Surabaya,aku pula merupakan anak satu-satunya dari papa dan mama ku dan mereka sangat sayang sekali kepada ku aku mempunyai banyak hobi seperti bermain piano,bernyanyi,masak,bermain dengan boneka dan dari beberapa hobi ku memang agak sedikit orang yang tak mendukung aku dikarenakan hobi ku seperti memasak aku serius hobi masak ku itu sudah sejak kelas 4 SD dimana orang yang pertama kali yang mengajarkan aku memasak adalah Mbak Ina dan Mbak Ina sendiri merupakan asisten di rumah ku yang membantu pekerjaan Mama ku dan Mamaku tak mungkin bisa bekerja sendiri tanpa bantuan dari Mbak Ina.kehidupanku sebagai anak tunggal itu membuatku menjadi anak yang manja karena orang tua ku memberi banyak fasilitas apapun kepada aku dan aku juga dikenal pula sebagai anak nangisan.aku anak yang polos tak tahu bagaimana dunia luar itu kejam.

      Ketika aku masih kecil aku hingga sekarang aku suka sekali mengunjungi sebuah restoran cepat saji.tak tahu apa yang membuatku tertarik untuk mengunjungi restoran cepat saji tersebut karena aku suka mengumpulkan dan mengoleksi mainan-mainan yang ada dalam paketan makanan tersebut dan kebiasaan tersebut hingga sekarang masih menjadi kebiasaan ku dan terkadang jika kedua orang tua ku tidak menuruti apa yang menjadi keinginanku aku pasti marah dan menangis dan aku pula sering membeli burger 3-4 porsi dan kumakan sekaligus itu demi kepuasan ku semata tetapi hal itu sebenarnya tidak baik kata orang-orang disekitarku.

“Shafa cantik,jangan makan banyak-banyak yaa?” kata papa

“lho mengapa papa kok nggak boleh?” aku bertanya ulang kepada papa

    Terkadang nasihat papa ku tersebut membuatku sangat penasaran dan kesal,aku juga tahu bahwa papa ku sekarang sudah mulai terkena penyakit gula darah.dan kondisi tersebut membuat papa ku benar-benar menasehatiku agar aku tidak seperti papaku.

     Hal-hal yang membuat kehidupanku merasa kesepian karena aku dirumah tidak mempunyai kawan bermain maka dari itu semenjak aku masih balita aku dibelikan banyak boneka oleh orang tuaku dan boneka-boneka tersebut salah satu hiburanku di dalam rumah dan itu sudah menjadi dunia ku dan ketika usia ku semakin bertambah hal itu membuat mama ku berpikir berulang-ulang kali karena dunia ku dalam beberapa tahun kebelakang karena hal itu membuatku susah bersosialisasi dengan dunia luar dan aku memang anak yang memiliki jiwa kurang bersosialisasi tetapi aku harus banyak belajar agar aku bisa mengetahui apa yang ada diluar sana.tetapi pada awalnya aku mengalami kesulitan tetapi aku sekarang sudah bisa bersosialisasi dengan dunia luar walaupun aku harus sering dipantau oleh orang tuaku.mengapa aku harus sering dipantau karena orang tuaku khawatir dengan diriku sebagai anak perempuan dan merupakan anak satu-satunya dan hal itu juga mejadi banyak pertanyaan orang-orang.

     “Shaf apakah kamu tidak mau mempunyai adik lagi untuk menemani mu bermain?”tanya banyak orang-orang yang ada.

      Dan terkadang pertanyaan-pertanyaan tersebut membuat aku bingung untuk mencari jawaban karena aku masih belum dikatakan anak yang dewasa karena sifat-sifatku yang masih kekanak-kanakan.

      Aku pula juga bertanya kepada mama ku dan pertanyaan itu sempat ku pertanyakan ketika aku masih kelas 3 SD.

    “ma,aku kepingin banget punya adik mama?”pertanyaanku kepada mamaku.

    “shafira….sayang…..yang sabar yaa…karena semua itu kehendak Allah jadi yang sabar yaa.shafa sayang…” jawaban dari mamaku yang mana aku masih sangat bingung sekali

     “mama,kalau shafira punya adik nanti itu nanti gimana?” aku seolah-olah ingin bertanya terus-terusan kepada mamaku.

      “jika shafira nanti mempunyai adik shafira nanti bisa bertanggung jawab dalam menjaga adiknya terus shafira juga nanti punya teman bermain dan tidak kesepian.” Jawaban dari mama

     Dan hal itu membuatku semakin bingung sekali dan aku tidak bisa merubah skenario dan takdir dari yang Maha Kuasa yaitu Allah SWT dan aku sebagai umat hanyalah menyerahkan semua ini kepada yang diatas.

     Tetapi aku sebagai anak tunggal merasa tidak ada beban karena aku bisa mendapatkan fasilitas yang aku inginkan jika aku mempunyai adik atau kakak pastilah akan berujung pada iri hati karena aku banyak cerita dari kawan-kawanku yang mempunyai mainan atau barang yang berbeda pasti nanti akan berujung pada iri hati dan pada akhirnya aka nada pertengkaran maupun perkelahian.

    Tetapi tidak seperti itu juga aku mendapatkan semua fasilitas dengan mudah dan aku harus bisa menunjukkan yang terbaik kepada papa dan mama ku seperti apa bentuknya diantaranya yaitu jika aku mendapatkan nilai terbaik dan rangking kelas akan mendapatkan penghargaan tetapi di sekolahku tidak menerapkan hal itu bahwa sekolahku tidak mengutamakan nilai akhir tetapi proses siswa selama di dalam kelas.

Aku juga memiliki potensi-potensi yang sangat di dukung oleh orang tuaku dan aku dahulu sempat diikutkan ballet tetapi banyak orang mengolok-olok aku

    “shaf memang kamu bisa ikut ballet”

    “bisa kok……………..”

    “hah…………kok bisa sih”

    “mengapa kamu bertanya seperti gitu padaku?”

    “karena kamu itu badannya gendut,emang anak gendut bisa ballet tah,ballet susah lho?

   “ya nggak papa sih,kalau semua bisa dilakukan mengapa tidak.”

    Aku memang dahulu sempat dikucilkan oleh teman-teman ku pada TK dan SD karena sifat ku yang seperti anak mama,memang dahulu aku suka nangisan terkadang jika tidak ada apa-apa aku mesti menangis tidak jelas dan terkadang sifat itu masih terbawa ketika aku SMA jika aku ditimpa masalah hal yang aku bisa lakukan hanya menangis dan menangis saja.

     Dan mengapa orang-orang banyak memanggil aku dalbo? Karena aku anak gendut yang seperti boneka dan terkadang aku sering digodain banyak orang,selain itu orang-orang memanggil aku dalbo karena aku seperti tuyul yang suka makan banyak memang aku suka makan banyak jadi orang banyak memanggil aku dengan julukan dalbo.

“aku heran banget sama orang-orang seperti itu ?’’

     Aku terkadang disekolah lebih enak dan asyik dengan dunia ku sendiri dan hal ini seperti yang aku rasakan dirumah dengan bermain boneka-boneka ku semenjak aku lahir dan tetapi papa ku pernah mengatakan bahwa boneka itu haram dalam Islam dan kakek ku juga bilang kayak gitu tetapi aku tidak bisa mengungkapkan hal itu yang hanya bisa aku ungkapkan adalah menangis dan menangis saja.

     Pada suatu hari papa ku menginginkan untuk memasukkan boneka itu ke dalam kardus tetapi aku menangis terus karena boneka-boneka yang ada itu memiliki nilai sejarah dalam hidupku.dan aku juga mempunyai koleksi-koleksi mainan lainnya dan papa ku menyediakan satu tempat di rumah ku dan posisi tempat ini disebelah kamar tidur ku dan itu juga sempat menjadi permasalahan besar dalam keluargaku karena membuatku tidak bisa bersosialisasi dengan dunia luar dan aku cenderung bahwa aku mempunyai dunia sendiri.

     Dan hal itu juga menjadi kelanjutan perilaku ku disekolah justru aku kadang suka menyendiri ketika aku jam istirahat dan pada suatu ketika ada seorang kakak kelas ku tapi dia anak SMA yang mana dia terkadang juga bermain dengan teman-temannya dan aku berusaha mendekati mereka dengan senang hati dan mereka juga sangat baik menerimaku apa adanya.

    “hallo,mengapa kamu sendirian toh?”

    “aku lebih suka menyendiri kak”

    “mengapa seperti begitu.”

   “ayolah berusaha dekatin temanmu”

   “banyak teman-temanku yang menggoda aku kak,karena dengan kelucuan ku ini yaa?”

   “oh ya sih kan kamu gendut”

   Dan salah satu dari mereka itu memanggil aku dalbo karena salah satu dari kakak kelas ku pada satu hari bercerita dengan teman-teman kuliah nya kalau aku pada malam hari itu pergi ke restoran cepat saji dan makan burger 4 porsi dan ayam 2 porsi,seperti itu fakta-fakta yang ada pada diriku tersebut dan aku tidak hanya makan cepat habis di restoran cepat saji saja,tetapi ditempat-tempat lain aku juga seperti begitu pada suatu hari pula aku pernah diajak makan malam oleh orang tuaku di Pedagang Kaki Lima (PKL) membeli tahu tek-tek pada saat itu aku adalah orang yang berhasil mencapai rekor terbaik karena aku bisa menghabiskan 4 porsi tahu tek-tek dengan lahap sedangkan orang tua ku masing-masing menghabiskan 1 porsi saja,memang banyak orang yang mengatakan bahwa perut aku ini adalah perut gentong,perut karet,perut tangki,dan perut-perut lainnya yang tak bisa disebutkan.

    Mengapa hal itu bisa terjadi karena waktu itu aku sempat marah besar dengan mama ku karena keinginan ku tidak dikabulkan jadi hal itu merupakan pelampiasan-pelampiasan yang bisa ku lakukan dan ku lakukan pula dan terkadang aku bisa ngambek dan menangis didalam kamar.

     Kamar tidur sendiri adalah sebuah tempat ternyaman bagiku karena disitu aku bisa melepaskan semua-semua pikiran-pikiran ku dan sekaligus tempat ku bermain sehari-hari.

     Memang fisik ku ini gemuk tetapi aku juga bisa memiliki prestasi dibidang akademik juga seperti aku selalu diurutan rangking 10 keatas dari jumlah dikelasku tersebut

1 comment:

Kritik dan Essai 5 Cerpen M. Shoim Anwar

  Kritik dan Essai 5 Cerpen M. Shoim Anwar              M. Shoim Anwar yang lahir di dusun Sambong, Kabupaten Jombang dan beliau ini ber...