Friday, 16 April 2021

 Di Jalan Jabal Al-Kaabah

Oleh : M. Shoim Anwar



Cerpen diatas tersebut merupakan salah satu buah karya dari M. Shoim Anwar yang lahir di dusun Sambong, Kabupaten Jombang dan beliau ini berprofesi sebagai dosen dan sastrawan ternama dengan ratusan-ratusan karya yang cukup fenomenal tentunya. karya-karya yang dihasilkan tersebut antara lain cerpen, novel, essai, dan puisi-puisi.

Dalam cerpen tersebut dapat diceritakan sosok seorang Tuan Amali dan Nyonya Tilah yang mana dalam cerita tersebut tokoh tersebut mengemudi kendaraan ke arah Jarwal Al-Tayssir, taxi di depan pejalan kaki yang semakin sibuk, melewati Jalan Jabal Al-Kaabah, dan tiba di Jalan Umm Al-Tayssir. -Qura Road). Setelah beberapa saat, jalanan kembali menanjak. Saat lampu menyala, suasananya mulai menjadi unik. Kemudian, kendaraan berbalik arah dan melaju ke jalur kiri untuk menurunkan penumpang di halte. Ada suara parau di terowongan bawah tanah di Jalan Ibrahim Al-Khalil. Kendaraan yang bergerak, generator, station wagon, blower, dan lampu listrik bertegangan tinggi akan mengguncang seluruh ruangan.

Setelah turun dari mobil, Pak Amali buru-buru menuruni tangga dan naik eskalator. Istrinya, Tilah, setengah berlari mengikuti jejak suaminya. Orang-orang sangat ingin mengejar waktu. Eskalator naik dan menyembul keluar dari halaman, seolah-olah seseorang telah keluar dari tanah. Tiba-tiba, mereka tiba di halaman Masjid Agung di sebelah Hotel Dar Al-Tawhid. Hampir selalu ingatan Pak Amara adalah "Tangan Allah". Sebagai kepala desa yang bukan warga sekitar, segala upaya Pak Amali beserta peralatannya gagal mengubah gaya hidup warga. Sebagian besar penduduk Tuan Amali adalah pengemis yang diturunkan dari generasi ke generasi. Akal mereka selalu “istirahat di tangan Allah”, jadi ketika mereka mengangkat tangan dan orang lain mengulurkan tangan untuk memberi, itu adalah manifestasi dari “istirahat di tangan Allah”.

Di pagi hari, mereka menyebar ke berbagai tujuan. Beberapa memakai pakaian jelek dan lusuh untuk membangkitkan rasa kasihan, beberapa berpakaian bagus. Orang yang mengemis secara kolektif akan membagi penghasilannya. Hasil mengemis A pada hari senin, hasil mengemis pada hari selasa, hasil mengemis c pada hari rabu, dan seterusnya. Terkadang mereka juga setuju untuk membagikan pendapatannya secara merata dalam waktu seminggu. Dari kejauhan, orang yang dia panggil tadi menoleh. Dia mencari seseorang untuk memanggil namanya. Pak Amali tidak menanggapi. Orang tua itu berjalan kembali. Nah, Pak Amali yakin bahwa lelaki tua yang disapanya tadi memang Pak Dottier, dan dia sendiri juga penghuni haji tahun ini.

Seperti kebanyakan warga di kampung, Pak Dotil sendiri selalu pengemis, selalu nongkrong di depan pintu Pasar Rebo. Tahun ini, dia pergi berziarah dan bergabung dengan kelompok di kota lain sehingga dia bisa bergabung dengan kelompoknya bersama kakaknya. Setelah dia berdoa di kota ini, ternyata Pak Dottier menggunakannya untuk mengemis. Mungkin bagi Pak Dottier, mengemis juga bagian dari ibadah, karena “dipelihara di tangan Allah”.

Makna yang disampaikan didalam cerpen tersebut memiliki makna seseorang yang hidup dimuka bumi ini senantiasa harus beristiqomah didalam menjalankan ibadah dan dari ibadah tersebut kita dapat ganjaran-ganjaran berupa pahala serta kita didalam kehidupan ini bahwa rezeki yang kita miliki tersebut sebagiannya bukan harta kita tetapi ada harta orang lain yang harus kita bagikan kepada orang yang membutuhkan. Dari sini pula akal mereka selalu “istirahat di tangan Allah”, jadi ketika mereka mengangkat tangan dan orang lain mengulurkan tangan untuk memberi, itu adalah manifestasi dari “istirahat di tangan Allah”. Bahwa dalam kehidupan ini terkait rezeki, hidup, mati, serta jodoh dan karir tersebut sudah diatur oleh yang kuasa tinggal kita sebagai manusia dapat melalui ini semua dengan sebuah ketulusan karena dengan tulus tersebut membuat seseorang menjadi lebih baik kedepannya.

No comments:

Post a Comment

Kritik dan Essai 5 Cerpen M. Shoim Anwar

  Kritik dan Essai 5 Cerpen M. Shoim Anwar              M. Shoim Anwar yang lahir di dusun Sambong, Kabupaten Jombang dan beliau ini ber...