Friday, 9 April 2021

Tahi Lalat - Cerpen M Shoim Anwar

 

Tahi Lalat

Cerpen M Shoim Anwar (Media Indonesia, 19 Februari 2017)



M. Shoim Anwar lahir di Desa Sambong Dukuh, Jombang,  Jawa Timur. Setamat dari SPG di kota kelahirannya (1984), dia melanjutkan ke Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, IKIP Surabaya/Universitas Negeri Surabaya, hingga memperoleh gelar doktor. Program S2 dan S3 diselesaikan dengan predikat cumlaude.

Ada tahi lalat di dada istri Pak Lurah itu kabar yang tersebar di tempat kami, Mereka menyampaikan kabar itu dengan suara pelan, mendekatkan mulut ke telinga pendengar, sementara yang lain memasang telinga lebih dekat ke mulut orang yang sedang berbicara. Mereka manggut-manggut, tersenyum sambil membuat kode gerakan menggelembung di dada dengan dua tangan, lalu menudingkan telunjuk ke dada sendiri, sebagai pertanda telah mengerti. Teriakan itu memicu yang lain untuk keluar rumah, lalu menuju pinggir jalan tempat aku lewat. Entah mengapa Pak Lurah dan perangkatnya tak peduli dengan situasi itu. Pak Lurah justru tampak akrab dan sering keluar bareng dengan mobil pengembang perumahan itu. Begitu tanah-tanah yang strategis itu terlepas dari pemiliknya, Pak Lurah semakin gencar membujuk yang lain dengan cara memanggilnya ke kantor kelurahan. Semakin mendekati masa pendaftaran calon lurah, berita adanya tahi lalat di dada istri Pak Lurah semakin santer. Pembicaraan tidak hanya tertumpu pada tahi lalat di dada istri Pak Lurah, tapi meluas hingga sekujur tubuh istri Pak Lurah ditelanjangi. Siapa pun yang mengetahui tahi lalat di tempat rahasia itu pasti dia adalah orang yang punya hubungan khusus dengan istri Pak Lurah.

Warga yang tinggal di tempat strategis, melalui perangkat desa Pak Bayan, dirayu untuk menjual tanahnya dengan harga yang lumayan mahal. Begitu tanah-tanah yang strategis itu terlepas dari pemiliknya, Pak Lurah semakin gencar membujuk yang lain dengan cara memanggilnya ke kantor kelurahan. Sambil duduk di tanah, mereka menatap rumah-rumah mewah, dengan badan kurus kurang gizi dan napas kembang kempis digerogoti usia, mereka akan menuding sambil berkata, “Itu dulu tanah milik saya. Semakin mendekati masa pendaftaran calon lurah, berita adanya tahi lalat di dada istri Pak Lurah semakin santer. Pembicaraan tidak hanya tertumpu pada tahi lalat di dada istri Pak Lurah, tapi meluas hingga sekujur tubuh istri Pak Lurah ditelanjangi. Aku yakin Pak Lurah dan istrinya sudah mencium kasak-kusuk di sekitarnya. Mungkin untuk mengamankan pencalonannya kembali sebagai lurah, dia sengaja memilih diam dengan harapan pembicaraan itu akan menghilang dengan sendirinya. Tidak penting apakah di dada istri Pak Lurah ada tahi lalatnya atau tidak. Yang sangat rawan adalah, bila benar-benar ada, kok sampai ada yang tahu? Siapa pun yang mengetahui tahi lalat di tempat rahasia itu pasti dia adalah orang yang punya hubungan khusus dengan istri Pak Lurah. Bila ditafsirkan lagi, perempuan itu sudah menjadi istri Pak Lurah saat menjalin hubungan khusus dengan orang tadi.

Sambil duduk di tanah, mereka menatap rumah-rumah mewah, dengan badan kurus kurang gizi dan napas kembang kempis digerogoti usia, mereka akan menuding sambil berkata, “Itu dulu tanah milik saya. Semakin mendekati masa pendaftaran calon lurah, berita adanya tahi lalat di dada istri Pak Lurah semakin santer. Pembicaraan tidak hanya tertumpu pada tahi lalat di dada istri Pak Lurah, tapi meluas hingga sekujur tubuh istri Pak Lurah ditelanjangi. Aku yakin Pak Lurah dan istrinya sudah mencium kasak-kusuk di sekitarnya. Mungkin untuk mengamankan pencalonannya kembali sebagai lurah, dia sengaja memilih diam dengan harapan pembicaraan itu akan menghilang dengan sendirinya. Tapi, dengan sikap diamnya itu, aku curiga jangan-jangan pembicaraan itu benar adanya. Dari awal aku sudah punya pikiran bahwa pembicaraan itu punya maksud lebih besar. Tidak penting apakah di dada istri Pak Lurah ada tahi lalatnya atau tidak. Siapa pun yang mengetahui tahi lalat di tempat rahasia itu pasti dia adalah orang yang punya hubungan khusus dengan istri Pak Lurah. Bila ditafsirkan lagi, perempuan itu sudah menjadi istri Pak Lurah saat menjalin hubungan khusus dengan orang tadi.

Didalam kehidupan nyata tersebut bahwa kita dalam memilih pemimpin tersebut haruslah memilih pemimpin yang amanah dan tidak boleh mempentingkan suatu urusan pribadi yang dibawa ke ranah publik Kepemimpinan merupakan salah satu faktor terpenting dalam kemajuan dalam melayani masyarakat karena berhasil tidaknya tersebut sangat bergantung pada kepemimpinan dan kepribadian pemimpin dalam organisasi tersebut.Kalimat pemimpin mengandung makna, dan kalimat ini mengandung kalimat yang membentuk, menginstruksikan atau mengatur, menginstruksikan, dan menunjukkan atau mempengaruhi. Dalam cerpen ini istri kepala desa memiliki tahi lalat di kepalanya, dan berita menyebar ke sekitar kami. Mereka membisikkan pesan, mendekatkan mulut ke telinga pendengar, sementara yang lain mendekatkan telinga ke telinga pendengar yang mana bahwa istrinya tersebut telah memanfaatkan jabatan yang dimiliki oleh sang pak lurah tersebut selain itu dalam pembicaraan tersebut tidak hanya tertumpu pada tahi lalat di dada istri Pak Lurah, tapi meluas hingga sekujur tubuh istri Pak Lurah ditelanjangi dalam permasalahan lain di masyarakat yang tinggal di lokasi strategis dibujuk untuk menjual tanahnya dengan harga yang cukup mahal. Begitu tanah strategis dibebaskan dari pemiliknya, lurah semakin meyakinkan orang lain untuk memanggilnya ke kantor kelurahan. Mereka duduk di tanah, menatap rumah besar, tubuh kurus mereka yang kekurangan gizi dan nafas yang telah ditelan seiring bertambahnya usia yang ini membuat warga semakin menderita dalam kebijakan seorang pemimpin yang hanya mementingkan pribadinya diatas golongan yang ada.

Pembicaraan tidak hanya terfokus pada tahi lalat di dada istri kepala desa, tetapi juga meluas ke telanjang. tubuh istri kepala desa. Saya yakin kepala desa dan dia istrinya mencium rumor yang beredar di sekitarnya. Mungkin untuk memastikan bahwa dia dicalonkan kembali sebagai kepala desa, dia sengaja memilih untuk diam, berharap pembicaraan itu akan menghilang dengan sendirinya. Mereka duduk di tanah, menatap rumah besar, tubuh kurus mereka yang kekurangan gizi dan nafas yang telah ditelan seiring bertambahnya usia, mereka akan menunjuk jari mereka dan berkata, "Itu tanah saya. Atas pendaftaran kepala desa yang Dekat dengan Harapan Sebelum haid, kabar tahi lalat pada istri kepala desa semakin marak. Saya yakin kepala desa dan dia istrinya mencium rumor yang beredar di sekitarnya. Mungkin untuk memastikan bahwa dia dicalonkan kembali menjadi kepala desa, dia sengaja memilih untuk diam, berharap percakapan itu akan hilang pada Namun, dalam keheningan itu, saya curiga percakapan itu mungkin benar. Dari awal, saya pikir dialog itu lebih bermakna. Karena bahwa amanah rakyat tersebut telah menjadi sebuah janji seorang pemimpin. Bahwa dalam agama Islam amanah tersebut sangat sekali harus diterapkan untuk dilaksanakan seorang pemimpin Tidak hanya perlu untuk menentukan siapa yang berkuasa, tetapi juga untuk menentukan apakah ajaran Islam itu lurus. Oleh karena itu, sebagai orang percaya, kita harus secara selektif mengidentifikasi pemimpin agar pilihan mereka tidak salah. Tugas menjaga dan mengatur kekuasaan, hak dan kewajiban pemimpin. Ini karena kekuasaan yang telah diserahkan kepadanya merupakan tanggung jawab yang harus ia lakukan dengan benar.

No comments:

Post a Comment

Kritik dan Essai 5 Cerpen M. Shoim Anwar

  Kritik dan Essai 5 Cerpen M. Shoim Anwar              M. Shoim Anwar yang lahir di dusun Sambong, Kabupaten Jombang dan beliau ini ber...